Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya (1917 – 2001) adalah seorang ulama tasawuf atau tokoh sufi kharismatik dari Indonesia, mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah, salah satu tarekat terbesar di Indonesia. Tarekat yang dipimpinnya berkembang pesat di dalam maupun luar negeri, lebih dari 700 tempat dzikir/surau/alkah telah didirikan, dan setiap tahunnya diselenggarakan kegiatan suluk (i’tikaf, ibadah dan dzikir intensif) di berbagai tempat, di Indonesia dan Malaysia.
Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya melalui teori metafisika eksakta yang digagasnya, dapat disebut sebagai pelopor dalam pengembangan pemikiran mengenai keterkaitan ilmu tasawuf atau sufisme dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemikiran ini dinilai mampu menunjukkan ilmiahnya agama dan spiritual melalui metode tarekat/tasawuf/sufi, yang bisa dibuktikan kebenaran logikanya secara sains, dan terukur, bukan hanya sekedar dogmatis.
Pemikiran, sosok kepribadian, dan pola dakwah Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya yang unik dan berbeda dengan ulama-ulama pada umumnya ini, juga telah banyak diteliti dan ditulis oleh para akademisi, peneliti, dan penulis, baik dari Indonesia maupun luar negeri.
Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya memiliki banyak peran dan jasa bagi bangsa, negara, serta umat manusia. Di Medan, Beliau mendirikan lembaga pendidikan Perguruan Panca Budi (TK/PAUD, SD, SMP, SMA, SMK), dan Perguruan Tinggi Akademi Metafisika, yang pada tahun 1961 berubah nama menjadi Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB).




